90

Manusia Makhluk Sosial (masihkah?)

makhluk sosialManusia sebagai makhluk sosial sering kita dengar sejak kita mengenyam bangku sekolah, apalagi yang waktu SMAnya jurusan IPS, pasti udah ngerti banget kenapa manusia dinamakan makhluk sosial.

Yang menjadi ciri manusia dapat dikatakan sebagai makhluk sosial adalah adanya suatu bentuk interaksi sosial didalam hubugannya dengan makhluk sosial lainnya yang dimaksud adalah dengan manusia satu dengan manusia yang lainnya.(sumber dari sini).

Namun seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, sauya melihat ada kemunduran yang terjadi pada diri manusia sebagai makhluk sosial. Lihat saja di perkotaan, ketika ada tetangga yang meninggal dunia apa mereka tau?? ternyata sebagian atau lebih tidak mengetahui, kalaupun mereka tau, mereka ngga peduli.

Kejadian seperti itu pernah saya alami ketika kuliah, teman kuliah yang tinggal di komplek perumahan terkenal di jakarta selatan, adiknya meninggal, saya dan kawan-kawan datang menjenguk, tapi saya tidak melihat tetangga yang berdatangan di sana. mungkin kalo di jakarta itu biasa ya? tapi pengalaman saya baru-baru ini menyakinkan saya kalau fenomena itu bukan hanya terjadi di kota besar macam jakarta. Ditempat saya tinggal yang masih erat jiwa kekeluargaanya pun demikian.

Waktu saya masih kanak-kanak, setiap ada yang meninggal pasti tetangga berdatangan, entah itu yang jauh apalagi yang dekat pasti berdatangan untuk bertakziyah, sampai ikut mensholatkan. Tapi akhir akhir ini saya melihat ada yang ganjil, keluarga yang ditinggalkan justru harus mengundang tetangga yang berjauhan untuk datang ikut mensholatkan jenazah, undangan bukan hanya sekedar undangan saja, tapi disertai juga dengan memberikan amplop yang berisi uang.

Saya yang mendapat undangan itupun merasa miris, dan menjadi aneh, kenapa sampai mensholatkan jenazah saja harus dibayar?? bukannya itu fardhu kifayah? kewajiban yang harus di laksanakan oleh sebagian besar umat islam?? Kalau sudah seperti ini, orang yang diundang jika tidak datang merasa tidak enak karena sudah diundang, kalaupun dateng mungkin hanya sekedar memenuhi undangan karena sudah diberikan uang.

Entahlah mungkin fenomena ini hanya terjadi di tempat saya, berbeda dengan tempat tinggal teman-teman. Atau mungkin sama?? silahkan di share di sini.

oya untuk menguji apakah anda masih berjiwa sosial? silahkan klik banner ini untuk mendukung saya dalam blog competion ask.ralarash.com

Filed in: My Opini Tags: 

Recent Posts

Bookmark and Promote!

90 Responses to "Manusia Makhluk Sosial (masihkah?)"

  1. Dian Ribut says:

    yahh. . .sekarang memang beda dengan yang dulu . . .

    ngomong2. . saya orang ips lho. .:)
    Teranyar dari Dian Ribut´s ..Mempererat Kebersamaan dan Kekompakan Blogger Nganjuk Untuk Membangun Komunitas Blogger Nganjuk

  2. meski terjadi degragadasi nilai sosial di tengah2 masyarakat kita, saya kok yakin nilai itu tdk akan pernah mati, mas hakim. hanya mungkin situasi kekinian yang makin mengarah ke nilai individualisme dan egoisme yang membikin nilai sosial itu mulai tererosi.
    Teranyar dari sawali tuhusetya´s ..Dari Dunia Maya Menuju ke Pelaminan

  3. Berkembangnya social media tidak terlepas dari manusia sebagai mahluk social kan mas
    Teranyar dari Planet Orange´s ..Foursquare time gan…

  4. alhamdulillah, dikompleks perumahan tempat bunda tinggal, tingkat kepedulian warganya masih tinggi, contohnya ketika mertua bunda meninggal, semuanya tetangga dan orang2 dr mesjid yg mengurusi, dr memandikan hingga menguburkan mayat.
    salam
    Teranyar dari bundadontworry´s ..Ada Surga Dibalik Amarah

  5. pengertian manusia sebagai makheluk sosial mungkin sudah bergeser mas, menjadi makheluk sosial di internet. :nerd

    saya rasa manusia tetap ndak bisa hidup sendiri kok di dunia ini, pasti butuh sesuatu dari orang lain. makheluk sosial kan begitu, ada hubungan yang tak bisa diputus antara insan yang satu dengan yang lainnya. :thumbup
    Teranyar dari sing mbaurekso gubug´s ..Mahila Senaniyom pun Muncul di Dunia

  6. imadewira says:

    di Bali, khususnya di daerah saya, adat dan agama masih membuat rasa sosial itu masih ada, walaupun saya tidak tahu itu dijalankan dengan ikhlas atau tidak.
    Teranyar dari imadewira´s ..Komentar Apa Yang Anda Harapkan

  7. Sosialis itu tidak bermakna lengkap untuk semua sektor… akan tetapi setiap individu memiliki selera masing2 dalam berinteraksi dalam lingkungan hidupnya :-)
    Teranyar dari Fir’aun Ngeblog´s ..PIAGAM PROSTITUSI

  8. Iya..benar sekali, memang nilai-nilai itu semakin berkurang.

    Di komplek tepat tinggal kami sudah mulai demikian…

    (Jadi sedih, juga…tapi terimakasih ya tulisannya mengingatkanku buat merubah keadaan demikian, semoga Allah memudahkan…)
    Teranyar dari Devi Yudhistira´s ..Hari Pertama Sekolah

  9. ciwir says:

    bukankah sekarang justru lebih sosialis??
    sebab banyak tergabung di situs jejaring sosial??
    Teranyar dari ciwir´s ..Magelang – 1 Nama- 2 Daerah

  10. KVM Switch says:

    iya sekarang udah jarang bgt orang yang kya gtu..
    sekaran budaya cuek yang bnyk bgt di terbitkan,,,
    hahhahaha..
    tp saya mahluk sosilal ko mas jgn tkut… silau man!
    lol

© 2013 Daily Notes. All rights reserved. XHTML / CSS Valid.
Proudly designed by Theme Junkie.